Selasa, 15 Februari 2011

ARAH BENTUK DAN ISI PENDIDIKAN JASMANI


Arah pendidikan jasmani
Pendidikan jasmani yang diselengggarakan di sekolah sebagai bagaian dari pendididkan secara keseluruhan adalah untuk mengembangkan segenap potensi dari peserta didik secara keseluruhan menyangkut fisik yang terdiri dari sistem organik, neuromuscular, intlektual dan emosional.

Mempertimbangkan segenap potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik secara utuh maka seyogyanya landasan dalam pengembangan potensi ini adalah kegiatan pengembangan yang mampu mewadahi seluruh aspek yang terkandung dari peserta didik. Kecerdasan majemuk yang dimiliki setiap peserta didik inilah yang menjadi faktor pertimbangan untuk menentukan arah pengembangan potensi. Bagaimana pendidikan jasmani ini mampu mewadahi setiap kebutuhan pengembangan dari setiap peserta didik tanpa ada merasa dirinya dirugikan atau merasa di kesampingkan. Selaras dengan pengembangan kecerdasan majemuk ini diharapkan dari setiap peserta didik akan secara optimal akan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai dengan bakat serta minat yang dimiliki. Oleh karenanya arah yang dianggab dapat mewakili setiap kebutuhan adalah untuk mengembangkan kemampuan fisik dalam hal ini adalah faktor kebugaran jasmani.

Pertimbangan kebugaran jasmani menjadi arah yang harus dikembangkan dari setiap peserta didik dalam program pendidikan jasmani adalah dari sudut pandang akan keberadaan kecerdesan majemuk yang ada pada setiap pribadi peserta didik itu terbungkus dalam wadah fisik. Sistem organ dan fungsi neuromuscular yang dimiliki peserta didik sangat dipengaruhi oleh kualitas kebugaran jasmani yang dimilikinya. Sedangkan fungsi organik yang termasuk satu diantaranya adalah sistem kerja hormon ini juga berpengaruh terhadap keseimbanagn emosional. Sedangkan sistem neuromuscular ini lebih cendrung pada kinerja sistem pengolahan informasi yang akhirnya akan menghasilkan respon dari setiap ransangan yang diterima oleh alat indrawi yang dimiliki dari setiap bagian tubuh. Oleh karena itu baik secara langsung maupun secara tidak langsung kondisi kebugaran jasmani ini sangat berpengaruh besar terhadap pengembangan potensi kecerdasan majemuk secara keseluruhan.

Beberapa aspek yang dikembangkan dari sistem organik menyangkut  optimailitas kinerja organ tubuh secara sempurna tanpa ada gangguan dan hambatan yang disebabkan karena faktor kelemahan fungsi organ itu sendiri. Diantaranya fungsi; jantung, paru-paru, sistem hormon berserta kelenjar-kelenjar. Sedangkan untuk sistem neuromuscular adlah menyangkut kapasitas kinerja dari sistem kerja otot, tulang dan pesendian dan juag sistem kerja syraf yang sudah menjadi bagaian dalam tulang, sendi  dan otot. Kinreja dari sistem neuromuscular ini juga sangat erat kaitannya dengan kualitas sitem peredaran darah yang menjadi bagian kerja dari sistem organik. Oleh karenanya antar kedua sistem ini saling mempengaruhi antara satu sama lain.  Kecerdasan dikenal dengan istilah intelektual atau intelegence merupakan hasil akhir dari kerja otak yang merupakan muara akhir dari seluruh rangkaian proses kerja seluruh organ tubuh beserta perangkat lain yang mendukungnya. Aspek kecerdasan ini sebenarnya merupakan objek yang akan dikembangkan dari peserta didik  melalui rangkaian proses pendidikan secara keseluruhan yang terintegrasi melalui berbagai mata pelajaran.

Keberadaan  dan kedudukan dari mata pelajaran yang diberikan dalam proses pembelajaran adalah satu langkah untuk mengembangkan potensi kecerdasan majemuk yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Peserta didik yang dipandang sebagai mahluk yang telah membawa potensi dari sejak lahir dalam dirinya sudah sewajarnya jika diperlakukan sesuai dengan keunikan dan juga karakternya. Sehingga pada saat peroses pembelajaran guru tidak lagi memberikan perlakuan hanya untuk mengembangkan berfokus kepada satu aspek kecerdasan saja, namun peran pebelajaran dalam pendidikan itu sendiri adalah bagaimana untuk mengembangkan seluruh potensi kecerdasan majemuk itu sesuai dengan apa yang  dimiliki oleh setiap peserta didik. Pemaknaan kata eksplorasi dalam pembelajaran yang sesungguhnya adalah untuk menumbuhkan dan memunculkan seluruh potensi yang terpendam yang selama ini tidak terungkap eksistensinya. Jika di amati sebenarnya potensi yang dimiliki oleh peserta didik tidak ubahnya laksana melihat gunung es yang ada di lautan, penampakan gunung yang terlihat di atas permukaan air laut diibaratkan adalah potensi yang dapat terdeteksi dan lalu dikembangkan  oleh para guru, sebenarnya ada bagian yang lebih besar dari gunung itu sendiri yang justru tersembunyi di bawah  permukaan air laut hingga ke dasar lautan. Begitu juga sebenarnya potensi para peserta didik yang besar justru bisa jadi adalah yang tersembunyi di dalam dirinya selama ini justru tidak dimunculkan dan juga tidak tergali oleh para guru sebagai pendidik dan pengajar.


 












Pendidikan jasmani sebagai mata pelajaran yang wajib diikuti oleh setiap peserta didik jika dalam proses pembelajaran hanya terfokus pada pengembangan aspek intlektual saja dalam hal ini hanya menekankan pada penguasaan materi baik berupa teori maupun berupa penguasaan kompetensi pada teknik keterampilan, maka tidak sebenarnya dalam proses pendidikan itu sendiri telah terjadi pemasungan seluruh potensi kecerdasan yang dimiliki oleh seluruh peserta didik. Bagaimana bisa dikatakan telah memasung seluruh potensi pertanyaannya? tentu saja orientasi  pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan dengan bentuk seperti ini sebenarnya hanya terfokus pada satu kecerdasan body kinestetics saja yang dikembangkan serta mengesampingkan potensi kecerdsan yang lain. Lalu pertanyaan saya adalah;
v  Apakah sebenarnya seluruh peserta didik itu juga memiliki kecerdasan body kinestetics?
v  lalu apa mau dikembangkan bagi para peserta didik yang tidak memiliki potensi kecerdasan itu sehingga berakibat tidak memiliki bakat dan minat dalam olahraga?

Pembawaan karakteristik dari peserta didik baik secara lahiriyah yang menyangkut kondisi fisik, potensi kecerdasan maupun bakat dan minat tentunya memiliki perbedaan yang sangat beragam. Jika ada persamaan dalam setiap individu dari peserta didik bisa jadi merupakan satu kebetulan saja namun secara mendasar tidak akan pernah sama persis, sekalipun hal ini terjadi pada dua orang saudara kembar. Tetap saja keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dan memiliki perbedaan baik potensi yang dibawa, sikap mental emosionalnya dan juga watak serta perilaku. Begitu juga halnya dengan proses pembelajaran yang terjadi di bangku sekolah, dengan keberagaman latar belakang ari peserta didik tentu saja akan bermacam-macam potensi yang ada pada diri setiapm peserta didik. Antar peserta didk yang satu pasti akan berbeda potensi kecerdasan yang dimiliki dan juga bakat serta minatnya juga akan berbeda-beda pula.  

Kebugaran jasmani merupakan syarat utama bagi seorang peserta didik agar dapat melaksanakan tugasnya untuk belajar dengan lebih baik. Oleh karena itu kebugaran jasmani merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap peserta didik tanpa ada pengecualian. Peran kebugaran jasmani bagi seluruh peserta didik ini sebenarnya adalah untuk menyokong terhadap pengembangan potensi kecerdasan yang lain selain kecerdasan body kinestetics. Sehingga dengan berkembangnya seluruh potensi kecerdasan yang ada pada diri seorang peserta didik maka akan dapat meningkatkan dan juga dapat dengan mudah untuk mencapai prestasi belajar pada bidang mata pelajaran yang lain.


A.  Bentuk Pendidikan Jasmani.

Intrakurikuler

ekstrakurikuler

Gaincsor

Evaluasi (pengukuran dan penilaian) 

B.  Isi Pendidikan jasmani.    
segala bentuk ativitas pemainan dan juga pelombaan dalam cabang olahraga, tidak ada pembatasan terhadap .

1 komentar:

Anonim mengatakan...

The Best Gaming Sites in the World: Top 5 - Aprcasino.com
Find the best casino sites in the world to play your favorite games from all over the world! Discover the 카지노 쿠폰 사이트 top sites for slots, table games, and more.